Tampilkan postingan dengan label pasca operasi usus buntu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pasca operasi usus buntu. Tampilkan semua postingan

9 Efek Samping Pasca Operasi Usus Buntu

Ususbunt - Pastinya hampir setiap tindakan medis (operasi) biasanya memiliki efek samping, termasuk pada proses operasi pengangkatan usus buntu. Munculnya efek samping bukan berarti karena kesalahan dokter yang mengoperasi lho, bisa jadi karena perawatan pasien sendiri yang kurang tepat. Tidak menjaga kebersihan luka misalnya. Di bawah ini ada 10 efek samping yang biasa muncul setelah operasi mulai dari yang biasa saja hingga efek samping yang berat, silahkan disimak.

EFEK SAMPING PASCA OPERASI USUS BUNTU

1. Radang selaput otak
Apa hubungannya antara usus buntu dan otak? Nah, berikut ini penjelasan singkatnya. Walaupun yang dioperasi itu usus buntu, terletak di bagian perut, namun efek sampingnya bisa sampai mempengaruhi bagian otak. Hal ini bisa menimbulkan radang yang bisa terjadi di selaput otak dikarenakan akibat adanya penyebaran infeksi pasca operasi.

2. Nyeri pada perut
Usus buntu yang terjadi peradangan tidak bisa disepelekan, karena berbahaya. Bahaya jika sudah meradang tidak dilakukan apa-apa, nantinya usus buntu akan pecah dan dapat membahayakan nyawa penderitanya. Sehingga operasi pada usus buntu menjadi solusi yang banyak diberikan oleh dokter untuk mengangkat usus buntu tersebut sebelum pecah.

Pasca operasi usus buntu, pasien akan merasakan sensasi nyeri pada perut tepatnya pada bekas luka sayatan dan jahitan. Hal itu adalah biasa, jadi jangan panik apabila tiba-tiba Anda merasakan kesakitan atau nyeri pada bagian perut ketika sedang istirahat atau saat beraktivitas biasa.

3. Munculnya Sembelit
Pasca operasi usus buntu, Anda bisa saja mengalami sembelit, hal ini bukan terjadi sebagai gejala dari usus buntu saja, namun juga efek samping yang muncul dari operasi yang sudah dilakukan. Biasanya dokter akan menyarankan untuk banyak meminum air putih setelah operasi selesai agar cairan tubuh Anda tetap terjaga dengan baik. Minum banyak air putih akan mengurangi resiko dehidrasi dan sembelit.

4. Gangguan pada ginjal
Operasi pengangkatan pada usus buntu sanggup mempengaruhi kondisi ginjal. Organ ginjal Anda bisa rusak dan tidak bisa bekerja dengan maksimal lagi. Pada saat efek samping menyerang organ ginjal, maka akan sangat berbahaya.

5. Infeksi pada bekas luka
Efek samping dari operasiapapun itu salah satunya adalah terjadinya infeksi. Begitu juga pada operasi usus buntu.  Efek samping yang muncul pada saat terjadi infeksi yaitu: munculnya nanah pada bekas luka. Baik luka pada usus buntu maupun luka pada bekas jahitan di perut.

6. Pembengkakan
Efek samping dari operasi usus buntu lain nya adalah terjadinya pembengkakan pada bagian perut. Karena bisa saja pembengkakan terjadi pada bagian sayatan bekas operasi, tentunya hal ini cukup berbahaya lebih baik Anda melakukan pemeriksaan lebih lanjut pada dokter yang mengoperasi Anda.

7. Munculnya bau tak sedap pada sayatan
Bekas sayatan luka setelah operasi memang butuh perlakuan khusus. Perawatan dan penggantian perban secara teratur. Jika tidak, maka bisa terjadi pembusukan sehingga menarik perhatian lalat. Hal ini bisa menyebabkan bau yang tidak sedap pada sayatan. Jika dibiarkan akan memicu terjadinya pembengkakan dan infeksi yang mana hal ini cukup membahayakan sehingga lebih baik di konsultasikan secara jelas kepada dokter untuk resiko yang satu ini.

8. Demam
Setelah proses operasi selesai, pasien juga akan berisiko mengalami demam yang kemungkinan besar ada kaitannya dengan infeksi pada tubuh. Namun demamjuga dimungkinkan terjadi akibat adanya rasa sakit atau nyeri di bagian perut yang tak kunjung mereda setelah operasi usus buntu.

Intinya tetap ikuti saran dokter, jangan malu untuk terus berkonsultasi jika terjadi efek samping yang tidak diharapkan. Mari kita sayangi tubuh kita. Rawatlah dengan baik.

Pasca Operasi Usus Buntu Butuh Perawatan Sederhana

Ususbunt - Operasi bagi beberapa orang merupakan hal yang cukup menakutkan, mendebarkan, dan kadang ada beberapa keluarga saking takutnya dengan operasi malah melarang anaknya melakukan operasi usus buntu. Anda tidak perlu kuatir karena prosentase keberhasilan Operasi Usus Buntu sangatlah tinggi.
Pasca operasi usus buntu, gambar usus buntu, usus buntu adalah, appendix
Perawatan pasca operasi usus buntu
Namun kali ini kita tidak membahas hal tersebut. Artikel kali ini membahas tentang tips dan trik dalam menjalani hidup yang sehat pasca operasi. Tujuannya apa? Hal ini bertujuan untuk mempercepat proses penyembuhan dan pemulihan. Akan ada 4 hal penting yang harus diperhatikan pasca operasi pengangkatan usus buntu, oke kita mulai saja.

1.  Asupan Nutrisi bagi Tubuh
Setelah proses operasi pengangkatan usus buntu selesai, si pasien yang baru dioperasi disarankan untuk meminum air mineral, tentu saja dalam jumlah yang sedikit. Hal ini dokter lakukan bertujuan untuk mengamati (observasi) terlebih dahulu selama beberapa jam untuk menilai kesiapan pasien dalam mengonsumsi makanan atau minuman seperti biasa. Apakah tubuh sudah siap atau belum.

Apabila pasien tidak merasakan mual atau ingin muntah setelah minum air mineral tersebut, maka hal ini menandakan jika tubuh sudah siap untuk menerima asupan Nutrisi. Dimulai dengan mengonsumsi makanan lunak yang memiliki kandungan serat rendah, sehingga mudah untuk dicerna oleh saluran pencernaan selama beberapa hari pertama pasca operasi. Makanan lunak itu seperti apa? makanan lunakyang dianjurkan antar lain susu segar, jus buah segar, telur rebus, aneka pudding, sup, bubur nasi, daging cincang, daging ikan, atau kentang yang dipanggang, rebus, atau tumbuk.

Untuk sementara waktu tidak disarankan mengkonsumsi makanan berat dan berminyak selama beberapa hari pertama pasca operasi karena bisa menyebabkan keluhan diare dan mual. Minumlah air mineral yang cukup secara rutin, kurang lebih 8-10 gelas setiap harinya, supaya tidak terjadi dehidrasi serta memperlancar proses buang air besar.

2. Kurangi Aktivitas Fisik Berlebih dalam Masa Penyembuhan
Masa pasca operasi pengangkatan usus buntu, biasanya dokter akan menyarankan Anda  untuk tidak pulang terlebih dahulu, tinggal di rumah sakit selama 1-2 hari, dokter melakukan tahap observasi lebih lanjut. Apabila tanda-tanda komplikasi tidak terdeteksi pada masa observasi dan tingkat penyembuhan dirasa sesuai dengan harapan, maka Anda  dipersilahkan untuk pulang dan kembali ke aktivitas sehari-hari.
Ingat, aktifitasnya tetap dibatasi! Jangan berlebihan. Aktivitas ini dimulai dari duduk di tempat tidur, berjalan dengan hati-hati dengan jarak yang pendek, selanjutnya terus meningkatkan aktivitas sesuai toleransi hingga Anda dapat kembali beraktivitas secara normal.

Namun sekali lagi perlu diingat bahwa seorang pasien pasca operasi usus buntu lebih baik tidak melakukan aktivitas yang berat selama kurang lebih 3-5 hari setelah operasi laparoskopi (operasi pengangkatan usus buntu dengan menggunakan bantuan kamera). Sedangkan pada operasi terbuka, Anda disarankan untuk tidak melakukan aktivitas berat selama kurang lebih 10-14 hari.

3. Perawatan Luka Pasca Operasi
Setelah operasi, dokter bedah Anda akan menginstruksikan untuk mengganti balutan perban secara berkala. Lakukan instruksi itu. Sebagai catatan, sebelum dan setelah Anda menyentuh daerah sekitar luka bekas operasi, Anda diharapkan  mencuci tangan terlebih dahulu untuk mencegah terjadinya infeksi. Apabila pada luka operasi ditemukan adanya nanah, segera hubungi dokter Anda untuk perawatan lebih lanjut.

Selain itu, dokter juga tidak akan menganjurkan Anda untuk berendam dan membasahi daerah luka. Untuk waktunya sampai kapan? sampai jahitan sudah kering dandiangkat oleh dokter bedah Anda. Kemudian dokter  menyatakan Anda dalam keadaan yang baik. Sehingga penting bagi Anda untuk menjaga luka operasi tetap kering dan bersih.

Usahakan untuk menggunakan pakaian yang tidak bergesekan langsung terhadap luka operasi karena dapat meningkatan risiko terjadinya trauma yang bisa memperlambat proses penyembuhan luka. Segeralah kontrol kembali ke dokter bedah Anda 1 minggu dan 3 bulan pasca operasi.

4. Penanganan Nyeri yang Benar Pasca Operasi
Setelan Anda melakukan operasi, hal terakhir yang harus diperhatikan adalah bagaimana menangani rasa nyeri. Penanganan nyeri pasca operasi pengangkatan usus buntu bisa dilakukan tanpa atau dengan menggunakan obat-obatan. Penanganan nyeri tanpa obat: untuk mengurangi rasa nyeri yang timbul pasca operasi, Anda bisa memfokuskan diri terhadap hal kecil yang disukai misalnya dengan mendengarkan musik, memainkan video game, menulis blog atau aktivitas lainnya. Metode ini sangat efektif dalam membantu anak-anak mengurangi rasa nyeri pasca operasi.

Penanganan nyeri dengan obat: obat anti inflamasi non steroid (NSAID) seperti ibuprofen, aspirin, ketoprofen, dan naproxen biasanya digunakan untuk mengatasi nyeri ringan pasca operasi. Namanya obat kimia pasti ada efek sampingnya. Beberapa efek samping penggunaan NSAID adalah nyeri pasa perut, perdarahan di saluran cerna, dan retensi cairan dalam tubuh. Akan tetapi efek samping tersebut umumnya hanya terjadi pada penggunaan NSAID jangka panjang.

Untuk nyeri yang hebat bagaimana? Untuk itu gunakan obat golongan OPIOID seperti morfin, oxycodone, dan hidromorfon dapat menjadi pilihan. Beberapa efek samping opioid adalah perasaan ingin tidur yang tinggi atau mengantuk, tekanan darah menurun, detak jantung kurang teratur dan laju pernapasan berat,  ruam pada kulit, gatal, konstipasi, mual, dan sulit kencing.

Memang proses yang butuh penanganan ekstra adalah masa-masa pasca operasi. Butuh penanganan yang serius agar kondisi badan segera pulih seperti semula. Sekian dulu artikel tentang hal apa saja yang harus diperhatikan pasca operasi usus buntu. Semoga bermanfaat dan tetap jaga kesehatan.